Rabu, 05 September 2012

Kota dan Masyarakat Jakarta, dari Kota Tradisional


Kota dan Masyarakat Jakarta, dari Kota Tradisional

DESKRIPSI BUKU

Buku ini merupakan penelitian morfologi kota Jakarta selama kurun waktu hampir tiga abad (abad ke-16 hingga abad ke-18) atas sejumlah peta. Pada abad ke-16 ketika Jayakarta—nama Jakarta ketika itu—dikuasai oleh penguasa Islam, Jakarta terletak kira-kira 300 m dari garis pantai dan berada di sebelah barat Sungai Ciliwung. Masa itu Jakarta dapat dikatakan sebagai kota tradisional sebagaimana kota-kota di Jawa pada umumnya. Strukturnya ditandai dengan alun-alun, keraton, mesjid, dan pasar. Jakarta sudah menjadi kota dagang dan terbuka bagi budaya luar.
Setelah direbut oleh kompeni pada tanggal 30 Mei 1619 dan diganti namanya menjadi Batavia, Jakarta menjadi kota pertahanan yang ditandai dengan pembangunan benteng dan di dalam benteng (yang disebut sebagai Kastil Batavia) dibangun sejumlah perkantoran, gudang, rumah tinggal, dan gereja. Pusat kota bergeser ke sebelah timur Ciliwung, namun kemudian juga melebar ke sebelah barat Ciliwung dan juga ke arah pedalaman (ke selatan). Pembangunan fisik kota selalu diikuti dengan penggalian kanal, baik yang melintang maupun membujur sehingga membentuk blok-blok segi empat berpola grid yang selalu menjadi ciri kota kolonial. Pemekaran kota selalu berkait dengan pertambahan jumlah penduduk. Pada masa ini pula Jakarta juga menjadi kota bandar, pusat perdagangan kompeni (VOC) dan menjadi pusat perdagangan internasional.

ISBN : 978-979-3258-71-3

PENULIS : Tawalinuddin Haris

PENERBIT : WEDATAMA WIDYA SASTRA

Tahun Terbit : 2007

Jumlah Halaman : 295 Halaman

Bahasa : Indonesia

Cover : Soft Cover

Dimensi : 14 x 20 cm

Bonus :

BERAT : 0.40 Kg

HARGA
:
Rp. 45,000

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar